Lapas Bekasi Dorong Warga Binaan Menata Diri dan Masa Depan melalui Seminar Pembinaan Kepribadian oleh Nala Institutedan Kemandirian
Bekasi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi terus memperkuat pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, serta kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui Seminar Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian yang diselenggarakan bekerja sama dengan Nala Institute dengan mengusung tema “Menata Diri, Menata Masa Depan.”
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, membangun motivasi positif, serta mempersiapkan langkah kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya mengenali potensi diri, membangun pola pikir positif, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki perencanaan kehidupan yang lebih terarah. Pembinaan kepribadian dan kemandirian diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses reintegrasi sosial dan kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi menyampaikan bahwa pemasyarakatan tidak semata-mata berbicara mengenai pelaksanaan pidana, tetapi juga mengenai proses pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri.
“Pembinaan adalah bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan seperti seminar ini, kami ingin memberikan ruang kepada warga binaan untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, mengenali potensi yang dimiliki, dan mulai menata langkah untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Dedy
Menurutnya, tema “Menata Diri, Menata Masa Depan” memiliki makna penting karena perubahan harus dimulai dari kemauan individu untuk memperbaiki diri.
“Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih dapat ditata. Kami berharap warga binaan dapat menjadikan masa pembinaan di Lapas sebagai momentum untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat mampu menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, serta produktif,” lanjutnya.
Kerja sama dengan Nala Institute dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Bekasi untuk menghadirkan pembinaan yang lebih beragam dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengalaman warga binaan sehingga proses pembinaan tidak hanya berlangsung secara internal, tetapi juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan mitra terkait.
Seminar berlangsung dalam suasana interaktif. Warga binaan diberikan kesempatan untuk mengikuti materi, berdiskusi, serta melakukan refleksi terhadap tujuan dan rencana kehidupan yang ingin dicapai setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Lapas Kelas IIA Bekasi berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kepribadian dan kemandirian sebagai bagian dari pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menempatkan warga binaan sebagai manusia yang tetap memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan dan kesempatan memperbaiki diri.
Melalui semangat “Menata Diri, Menata Masa Depan,” kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keyakinan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat secara positif.


